/ Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit dan Entrepreneur untuk Dongkrak Daya Saing Industri Baja Nasional
Pernyataan strategis ini menegaskan komitmen Krakatau Steel Group untuk terus mendorong transformasi industri yang didukung oleh kerangka regulasi dan penegakan hukum yang konsisten, yang pada gilirannya diyakini akan memperbaiki kinerja operasional dan meningkatkan nilai Perusahaan. “Keberhasilan industri strategis seperti baja sangat ditentukan oleh keseimbangan peran negara dalam ekosistem pasar. Negara harus hadir secara seimbang, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai wasit yang menjamin persaingan usaha berjalan adil. Dalam kerangka mixed economy, BUMN, sektor swasta, dan koperasi merupakan bagian dari fungsi negara sebagai entrepreneur yang saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” tegas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Lebih lanjut, Dirut Krakatau Steel Group menyoroti bahwa persaingan global saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga oleh ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting untuk meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
Tantangan dan Peluang: Utilisasi dan Penyerapan Pasar Domestik
Data yang disampaikan mengungkap potensi peningkatan kinerja yang signifikan. Saat ini, tingkat utilisasi rata-rata kapasitas industri baja nasional masih berada di kisaran 53%, sementara penetrasi impor baja mencapai 40–55% dari kebutuhan nasional, senilai sekitar Rp80 triliun per tahun.
Konsumsi baja global pada 2024 tercatat mencapai 1,7 miliar ton, dengan porsi terbesar diserap sektor infrastruktur dan konstruksi sebesar 52%, diikuti bahan baku peralatan mesin 16%, komponen otomotif 12%, produk metal 10%, alat transportasi 5%, kelistrikan 3%, dan peralatan rumah tangga 2%.
Karakteristik tersebut menjadikan industri baja memiliki multiplier effect ekonomi yang tinggi, baik dalam penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok maupun dalam mendorong pertumbuhan industri hilir dan sektor terkait lainnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa persaingan industri baja global saat ini tidak lagi semata ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga oleh ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Bagi Krakatau Steel, kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting dalam meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
“Dengan ekosistem yang lebih sehat dan kompetitif, serta dukungan regulasi yang tepat, industri baja nasional memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan utilisasi dan menangkap pangsa pasar domestik. Ini akan menjadi katalis utama bagi perbaikan fundamental dan pertumbuhan profitabilitas Krakatau Steel ke depannya,” jelas Dr. Akbar Djohan.
Kontribusi Nyata dan Sinergi untuk Indonesia
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Krakatau Steel aktif mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan konsep rumah modular yang dapat digunakan sebagai hunian darurat, klinik, atau pusat kegiatan masyarakat. Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita dan menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memberikan solusi cepat dan nyata bagi masyarakat, sekaligus membuka segmen bisnis baru yang prospektif dalam kemakmuran bangsa.
Dr. Akbar Djohan menutup dengan menekankan semangat kolaborasi. “Sinergi dan kolaborasi antara negara sebagai wasit dan entrepreneur dengan seluruh pelaku usaha harus terus diperkuat. Bagi Krakatau Steel, ini adalah spirit untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri baja nasional dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.”
Dengan langkah strategis, dukungan regulasi yang lebih kuat, dan komitmen pada sinergi nasional, Krakatau Steel Group optimis dapat meningkatkan kinerja operasional dan finansialnya, yang pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan di pasar modal.