/ BRI Finance Perkuat Pembiayaan Alat Berat, Bidik Peluang dari Proyek Energi Terbarukan
Jakarta, 3 November 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat pengembangan proyek energi terbarukan sebagai peluang untuk memperkuat bisnis pembiayaan alat berat. Sejumlah program, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dinilai berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan alat berat untuk mendukung berbagai tahapan proyek, mulai dari pembukaan lahan (land clearing), pekerjaan sipil, konstruksi, hingga operasional pendukung.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan peluang tersebut sejalan dengan fokus Perseroan dalam mengembangkan bisnis komersial dan pembiayaan aset produktif. Selain mendukung pertumbuhan bisnis, pengembangan pembiayaan di sektor energi terbarukan juga membuka ruang bagi Perseroan untuk memperluas portofolio menuju sustainable financing, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor tradisional seperti pertambangan dan konstruksi.
"Dengan kebutuhan alat berat dalam berbagai tahapan proyek energi terbarukan, kami melihat sektor ini memiliki prospek positif bagi industri multifinance. Bagi BRI Finance, peluang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembiayaan komersial sekaligus memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan," ujar Ignatius.
Saat ini, pembiayaan alat berat merupakan bagian dari segmen komersial BRI Finance yang terus menunjukkan perkembangan positif. Secara keseluruhan, segmen komersial berkontribusi hampir 35% terhadap total pembiayaan Perseroan dan menjadi salah satu area yang terus didorong untuk memperkuat pertumbuhan pembiayaan produktif.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, BRI Finance menjalankan sejumlah strategi, antara lain memperkuat sinergi BRI Group melalui skema Joint Financing bersama BRI guna memperoleh akses pendanaan yang lebih kompetitif. Perseroan juga mengarahkan ekspansi ke sektor konstruksi, logistik, infrastruktur, energi terbarukan, perkebunan, dan pengelolaan lingkungan yang memiliki kebutuhan alat berat berkelanjutan.
Di samping itu, diversifikasi portofolio dilakukan dengan menangkap peluang dari proyek energi baru terbarukan, serta mengoptimalkan captive market melalui ekosistem nasabah BRI dan BRI Finance sebagai salah satu sumber akuisisi debitur komersial.
Dalam penyaluran pembiayaan, Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan kelayakan dan kesehatan keuangan debitur, prospek industri, serta nilai dan likuiditas agunan alat berat. BRI Finance juga mempertimbangkan reputasi kontraktor, supplier, dan principal alat berat, kepastian proyek yang mendasari kebutuhan pembiayaan, serta potensi perubahan kondisi ekonomi dan siklus bisnis yang dapat mempengaruhi tingkat utilisasi alat berat debitur.
Melalui strategi tersebut, BRI Finance berupaya memperkuat pembiayaan alat berat sebagai bagian dari pengembangan bisnis komersial dan aset produktif, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari berbagai sektor ekonomi, termasuk energi terbarukan.