About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

PT Spasium Kreasi Indonesia
Share
preview

Perusahaan spesialis artwork sculpture asal Indonesia ini membagikan proses di balik realisasi sculpture skala arsitektural agar tak berhenti sebagai render.

Di dunia interior dan arsitektur, model 3D open source sering dipakai untuk membantu membuat elemen-elemen detail pada sebuah ruangan. Detail-detail ini diperlukan untuk membangun mood,  dan membantu klien membayangkan  desain dan experience ruang dari sebuah proyek. Masalahnya, elemen visual pada presentasi ini kerap dianggap client sebagai desain final karya sculpture yang akan benar-benar dibangun, padahal belum tentu bisa direalisasikan.

Salah satu wall sculpture thematic bertema Sura dan Baya yang dirancang dan diproduksi Spasium, untuk salah satu hotel di Surabaya.
Salah satu wall sculpture thematic bertema Sura dan Baya yang dirancang dan diproduksi Spasium, untuk salah satu hotel di Surabaya.

PT Spasium Kreasi Indonesia (Spasium), studio yang berfokus pada sculpture dan custom artwork arsitektural, menyoroti fenomena ini berdasarkan pengalaman menangani sejumlah proyek nyata. Saat sebuah desain artwork memasuki tahap realisasi, barulah muncul pertanyaan-pertanyaan krusial: “Apakah bentuknya feasible diproduksi? Cukup kuat secara konstruksi? Aman dipasang? Materialnya realistis? Apakah budget dan timeline-nya masuk akal?” Dan yang terpenting dan seringkali terlupa adalah “Apakah artwork sculpturenya dapat bersinergi dengan desain bangunan dan menyampaikan story yang tepat?”

“Tidak semua yang terlihat indah di render, siap diwujudkan di dunia nyata,” ujar Dion Masli, Direktur Utama Spasium. “Karena itu, di beberapa proyek kami memilih untuk mengembangkan ulang idenya — bukan sekadar menyalin bentuk dari render, tetapi memastikan artwork tetap punya karakter, memiliki story yang tepat, sekaligus realistis untuk diproduksi dan dipasang dengan baik.”

Wall art yang dirancang khusus oleh Spasium untuk menerjemahkan memory indah owner di Naoshima, Jepang, yang dijadikan wall sculpture.
Wall art yang dirancang khusus oleh Spasium untuk menerjemahkan memory indah owner di Naoshima, Jepang, yang dijadikan wall sculpture.

Menurut Spasium, proses realisasi artwork arsitektural yang matang idealnya melalui enam tahap: memahami konsep dan kebutuhan ruang, studi teknis dan struktur, eksplorasi material dan finishing, pembuatan mockup dan prototyping, koordinasi lintas pihak (arsitek, sipil, kontraktor), hingga review dan penyempurnaan akhir sebelum artwork siap direalisasikan.

Pendekatan ini telah diterapkan Spasium pada berbagai proyek residensial dan komersial di kawasan Jabodetabek dan berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari sculpture skala landmark untuk area publik hunian hingga karya untuk residensi privat. Durasi pengerjaan tiap artwork umumnya berkisar 2,5 hingga 3 bulan, dengan material yang dipilih berdasarkan pertimbangan ketahanan jangka panjang dan kesesuaian konteks ruang — salah satunya painted steel untuk instalasi luar ruang.

Wall art adalah bagian dari ruang, yang sebaiknya dibahas saat proses perancangan arsitektural.
Wall art adalah bagian dari ruang, yang sebaiknya dibahas saat proses perancangan arsitektural.

“Artwork sebaiknya tidak dibahas terlalu belakangan dalam sebuah proyek,” tambah Dion Masli. “Sebab artwork bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian dari perencanaan ruang itu sendiri.”

Spasium mengajak para pelaku industri properti, arsitek, dan desainer interior untuk melibatkan pertimbangan teknis dan produksi sejak tahap awal perencanaan artwork, guna menghindari risiko revisi berulang, pembengkakan biaya, dan mundurnya timeline proyek.

About PT Spasium Kreasi Indonesia
PT Spasium Kreasi Indonesia (Spasium) adalah studio yang berfokus pada perancangan dan produksi sculpture serta custom artwork untuk ruang arsitektural, bekerja sama dengan pengembang properti, arsitek, dan kontraktor di berbagai kota di Indonesia. Tidak seperti pembuat karya seni lainnya, Spasium fokus dalam menerjemahkan identitas owner menjadi sculptural statement dalam arsitektur dan interior, untuk mengingatkan apa yang owner yakini. Informasi lebih lanjut: www.spasium.com | Instagram @spasium | info@spasium.com
Contact
Jay Adinata CMO jay@spasium.com +6282120162022
Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.