About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ Presiden Dorong Hilirisasi Gambir, PTPN Group Siap Perkuat Nilai Tambah Komoditas Rakyat

Presiden Dorong Hilirisasi Gambir, PTPN Group Siap Perkuat Nilai Tambah Komoditas Rakyat

PTPN III
Share
preview

Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau panen raya serta pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat (8/1/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern sekaligus melihat sejumlah produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan nasional. Salah satu komoditas yang menarik perhatian adalah gambir, tanaman endemik Indonesia yang dinilai memiliki potensi ekonomi global yang besar.

Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. Menurutnya, komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang industri baru, serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.

Dorongan tersebut menjadi sinyal kuat bagi BUMN sektor perkebunan, termasuk entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), untuk mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi berbasis riset, teknologi, dan kemitraan dengan petani rakyat.

Gambir: Potensi Strategis Bernilai Global

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, subholding kelapa sawit di bawah Holding Perkebunan Nusantara, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa gambir merupakan komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian publik, meskipun memiliki keunggulan kuat di pasar internasional.

“Kalau orang mendengar gambir, biasanya langsung teringat dengan sirih. Padahal gambir itu produk strategis. Bahkan ada negara yang sekitar 90 persen kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia,” kata Jatmiko.

Ia menambahkan bahwa gambir memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, bahkan melebihi green tea yang selama ini dikenal luas sebagai produk kesehatan. Kandungan tersebut membuka peluang pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah.

“Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Tanin nya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” ujarnya.

Menurut Jatmiko, sebagian besar gambir Indonesia hingga kini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri.

Peningkatan Produktivitas sebagai Langkah Awal

Jatmiko menekankan bahwa langkah awal pengembangan gambir adalah peningkatan produktivitas di tingkat petani. Saat ini, produktivitas gambir rakyat masih berada di kisaran 0,5 ton per hektare.

“Dengan pendekatan riset dan metode pengolahan daun gambir yang lebih baik, produktivitas itu bisa ditingkatkan menjadi 0,75 ton bahkan hingga 1 ton per hektare. Artinya, ada potensi peningkatan 50 sampai 100 persen. Dampaknya langsung ke pendapatan petani,” jelasnya.

Upaya tersebut akan diperkuat dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan gambir yang disesuaikan dengan hasil riset dan kebutuhan pasar. Menurutnya, pembangunan industri hilir harus sejalan dengan permintaan pasar agar berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” kata Jatmiko.

Dukungan Akademik dan Keunggulan Geografis

Dari sisi akademik, Peneliti sekaligus Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Dr.Eng Muhammad Makky, S.TP, M.Si, menegaskan bahwa gambir memiliki keunggulan geografis yang sangat spesifik.

“Secara geografis, Sumatera merupakan kawasan endemik tanaman gambir. Gambir tumbuh di Sumatera Barat, Sumatera Utara, sebagian Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Namun yang paling mendukung dari sisi kondisi abiotik dan ekosistemnya adalah Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” jelasnya.

Menurut Dr. Makky, keunggulan alam tersebut menjadikan gambir sulit dikembangkan di negara lain. Namun, keunggulan komparatif tersebut perlu diperkuat dengan peningkatan produktivitas dan penguatan industri hilir.

“Keunggulan komparatifnya sudah ada. Tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan memastikan hasil gambir diolah menjadi produk bernilai tinggi. Di sinilah riset dan teknologi memegang peranan penting,” ujarnya.

Sebagai mantan konsultan Bank Dunia, ia menilai bahwa kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, dan petani menjadi kunci agar pengembangan gambir dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang luas.

Momentum Hilirisasi Komoditas Rakyat

Dorongan Presiden terhadap hilirisasi gambir dinilai sebagai momentum penting bagi pengembangan komoditas rakyat berbasis keunggulan lokal. Melalui sinergi riset, peningkatan produktivitas, dan pembangunan industri pengolahan, gambir berpotensi menjadi produk unggulan ekspor sekaligus motor penggerak ekonomi daerah di sentra produksi Sumatera.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan nasional guna menciptakan nilai tambah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.
Other Press Release
Advertising / Promotion / Public Relations
Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026
Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026
PTPN III
Oct 05, 2026

Local companies
PTPN Group Beri Penghargaan Masa Pengabdian kepada 1.239 Nusantara Planters PTPN IV PalmCo di Riau
PTPN Group Beri Penghargaan Masa Pengabdian kepada 1.239 Nusantara Planters PTPN IV PalmCo di Riau
PTPN III
Oct 05, 2026

Coaching / Mentoring / Consultation
PTPN Group Perkuat Kemampuan Membaca Pergerakan Harga CPO melalui Commodity Market Intelligence
PTPN Group Perkuat Kemampuan Membaca Pergerakan Harga CPO melalui Commodity Market Intelligence
PTPN III
Oct 05, 2026

Marketing / Research
PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan
PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan
PTPN III
Oct 02, 2026

Foundations / Associations
PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Bawa Kisah Petani Sukses ke Hadapan Ribuan Mahasiswa
PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Bawa Kisah Petani Sukses ke Hadapan Ribuan Mahasiswa
PTPN III
Sep 30, 2026

Forestry
PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, Tanam Pohon dan Tebar 10.000 Bibit Ikan untuk Perkuat Keanekaragaman Hayati
PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, Tanam Pohon dan Tebar 10.000 Bibit Ikan untuk Perkuat Keanekaragaman Hayati
PTPN III
Sep 29, 2026

Local companies
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional
PTPN III
Sep 29, 2026