/ Gayamharjo Naik Kelas! BRI Life dan BRI Research Institute Dorong Inovasi Singkong Jadi Pie Susu dari Tepung Mocaf
SLEMAN, 05 Juli 2026 – BRI Life kembali berkolaborasi BRI Research Institute (BRIRINS) untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Melalui Program CSR Pemberdayaan UMKM Tahap II, kedua lembaga berkomitmen memperkuat daya saing produk lokal dengan meingkatkan nilai tambah singkong yang awalnya bernilai jual rendah menjadi komoditas premium lewat kelompok UMKM Monalisa. Program ini menjadi wujud sinergi antara dunia usaha dan lembaga riset dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung hilirisasi pangan lokal secara berkelanjutan.
Program pemberdayaan ini membawa segudang manfaat nyata yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat dan anggota kelompok di Gayamharjo. Salah satu lompatan besar dalam program ini adalah lahirnya inovasi produk baru bernama Pie Susu Kambing Mocaf. Produk unik ini mengawinkan tepung mocaf hasil olahan singkong dengan susu kambing lokal, menghasilkan camilan siap konsumsi yang punya nilai estetika dan harga jual jauh lebih tinggi di pasaran. Selain inovasi menu, warga juga merasakan langsung modernisasi fasilitas kerja melalui bantuan alat-alat produksi modern, mulai dari oven bertingkat, meja stainless higienis, hingga perangkat digital untuk pencatatan penjualan. Tak hanya urusan dapur produksi, aspek kesejahteraan warga juga dipikirkan matang-matang di mana sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa kini bisa bekerja dengan tenang karena mendapatkan proteksi gratis berupa Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life, yang dilengkapi dengan pelatihan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan finansial masyarakat.
Di balik layar transformasi ini, BRI Life bersinergi dengan BRI Research Institute melaksanakan program CSR tersebut dari hulu ke hilir, mulai dari pendampingan yang komprehensif (analisis kelayakan bisnis, tata kelola administrasi yang rapi) hingga strategi pemasaran berbasis kemitraan agar produk warga bisa menembus pasar yang lebih luas. Guna memastikan kualitas bahan baku singkong tetap terjaga sejak dari masa tanam. Kerjasama juga dilakukan dengan menggandeng para pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan edukasi langsung mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman. Melalui keterlibatan aktif ini, program CSR tersebut memastikan bahwa UMKM Monalisa tidak berjalan di tempat, melainkan sukses bermutasi dari sekadar penyedia bahan baku mentah menjadi pelaku industri pangan yang mandiri, profesional, dan siap bersaing di pasar modern.
Dampak positif dan perubahan peta ekonomi ini diakui langsung oleh Mantik Bimo Nugroho, selaku Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa. Mantik mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah total cara kerja kelompoknya, di mana fasilitas rumah produksi yang telah dibangun kini benar-benar hidup menjadi pusat aktivitas, tempat belajar, dan ruang berinovasi bagi para anggota. Ia juga menyampaikan bahwa melalui pendampingan dari BRI Life dan BRI Research Institute, para anggota UMKM semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam pencatatan usaha serta semakin percaya diri memasarkan produk olahan mocaf ke berbagai daerah karena kualitas produknya telah memenuhi standar yang lebih baik.
Apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap keberhasilan program ini juga mengalir dari pemerintah daerah setempat. Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menyatakan bahwa konsistensi yang ditunjukkan oleh BRI Life dan BRI Research Institute dalam mengawal pelaku usaha mikro ini patut menjadi contoh. Menurut Aris, langkah hilirisasi produk berbasis potensi lokal ini sangat sejalan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan kelas UMKM, serta memperluas akses pasar sehingga manfaat ekonominya bisa berputar dan dirasakan langsung oleh masyarakat desa dalam jangka panjang.
Melalui keberlanjutan program jangka panjang ini, Kalurahan Gayamharjo diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu contoh pengembangan hilirisasi pangan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan produk bernilai tambah, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional.