/ SEO Mulai Ditinggalkan? Avonetiq Perkenalkan AI Visibility Optimization (AVO) untuk Brand
Jika sebelumnya brand berlomba-lomba menempati halaman pertama mesin pencari melalui strategi Search Engine Optimization (SEO), sistem pencarian digital kini telah berubah.
Pengguna internet sekarang mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis kecerdasan buatan seperti Google AI Overviews dan ChatGPT, tanpa harus mengklik tautan ke situs web mana pun.
Perubahan perilaku ini bukan sekadar tren sementara. Laporan SparkToro menunjukkan sekitar 58% pencarian Google berakhir tanpa klik ke website eksternal.
Artinya, lebih dari separuh proses pencarian berhenti di halaman hasil pencarian itu sendiri. Bagi brand, ini berarti traffic organik bukan lagi satu-satunya indikator visibilitas digital.
Pergeseran ini menandai perubahan besar pada cara brand ditemukan. Jika sebelumnya persaingan terjadi pada posisi peringkat, kini kompetisi bergeser pada kredibilitas dan kepercayaan.
“SEO aja udah nggak cukup. Sekarang pengguna bertanya pada AI dan langsung menerima ringkasan jawaban. Yang akan muncul bukan sekadar yang paling optimal secara teknis, tetapi yang paling dipercaya oleh sistem,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner Avonetiq, digital authority firm yang berfokus pada penguatan otoritas brand di era AI.
Menurutnya, sistem AI bekerja dengan cara yang berbeda dari mesin pencari tradisional. Alih-alih sekadar memberikan peringkat halaman berdasarkan kata kunci dan backlink, AI menyaring berbagai sumber, mengevaluasi konsistensi informasi, dan merangkum referensi yang dinilai paling kredibel.
Dalam konteks ini, keberadaan brand di berbagai kanal digital menjadi sinyal penting yang membentuk persepsi algoritma.
Menjawab dinamika tersebut, Avonetiq memperkenalkan pendekatan AI Visibility Optimization (AVO). Strategi ini dirancang untuk membantu brand membangun jejak digital yang terstruktur, konsisten, dan memiliki otoritas lintas kanal sehingga lebih mudah dipahami serta divalidasi oleh sistem AI.
Berbeda dengan SEO yang berfokus pada optimasi halaman website, AVO menitikberatkan pada penguatan sinyal reputasi digital. Ini mencakup konsistensi narasi brand di berbagai platform, struktur konten yang ramah pemrosesan AI, serta penguatan referensi eksternal yang meningkatkan kredibilitas.
Dengan AI yang semakin canggih dalam merangkum informasi, brand yang tidak memiliki positioning jelas berisiko “tidak terlihat” meskipun secara teknis telah mengoptimalkan website mereka.
Sebaliknya, brand yang memiliki jejak digital solid dan reputasi kuat memiliki peluang lebih besar untuk menjadi rujukan utama dalam jawaban yang dihasilkan AI.
Avonetiq melihat fase ini sebagai titik krusial bagi perusahaan untuk mengevaluasi ulang strategi digitalnya. Fokus tidak lagi semata pada volume traffic, tetapi pada kualitas visibilitas dalam ekosistem AI yang semakin dominan.
“Di era AI, visibilitas bukan lagi soal seberapa sering brand muncul, melainkan seberapa layak brand dipercaya. Perusahaan perlu memastikan mereka bukan hanya ditemukan, tetapi benar-benar menjadi referensi,” tutup Alexandro.