/ Di Tengah Ancaman Konflik, 11 Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter
Papua, 10 Agustus 2026 – Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel untuk mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/8/2026). Evakuasi dilakukan setelah warga tersebut ditemukan berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau melalui akses darat, sehingga membutuhkan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Evakuasi tersebut berlangsung di tengah kondisi wilayah Ugimba yang memiliki tantangan geografis, keterbatasan akses darat, perubahan cuaca, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga masih menjadi perhatian karena menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan. Di tengah kondisi tersebut, prajurit tetap mengambil langkah untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan.
Saat melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah, personel Koops TNI Habema menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau menggunakan kendaraan darat, prajurit segera mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas, dengan setiap tahapan tetap memperhitungkan kondisi medan, cuaca, serta faktor keamanan di lapangan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menegaskan bahwa evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit dalam mengedepankan nilai kemanusiaan. “Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan."
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell pada Minggu (9/8) pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Sebanyak 11 personel terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut. Pengerahan helikopter menjadi langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan akses darat sekaligus memastikan warga dapat segera dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan.
Setibanya di Distrik Sugapa, warga tersebut kemudian diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar warga dapat memperoleh penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, proses evakuasi tidak berhenti setelah warga berhasil dibawa keluar dari lokasi yang sulit dijangkau.
Rangkaian evakuasi tersebut menunjukkan bahwa medan sulit, cuaca, maupun situasi keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit Koops TNI Habema untuk membantu masyarakat. Mulai dari menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mengambil keputusan cepat, mengerahkan dua helikopter dan 11 personel, hingga memastikan adanya penanganan lanjutan, seluruh langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian prajurit di wilayah penugasan.
Di Ugimba, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan dan pengamanan wilayah, tetapi juga melalui keberanian untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Saat akses darat terbatas dan keselamatan warga berada dalam risiko, prajurit hadir dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan satu kehidupan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga masyarakat berarti hadir saat dibutuhkan, bergerak saat diperlukan, dan memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.