About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Mind Id
Share
preview

JAKARTA - Industri pertambangan tak hanya berkutat pada kegiatan ekstraktif, melainkan juga melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas.

Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis.

Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan.

Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional.

Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Meski demikian, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan.

Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas.

Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional.

Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi.

Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik.

"Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu," pungkas Yayan.

Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik.

Yayan juga menyoroti bahwa pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional.

Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.

Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.
Other Press Release
Electricity / Gas / Resources / Energy
Kumpulkan 51 Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID
Kumpulkan 51 Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID
Mind Id
Jun 19, 2026

Advertising / Promotion / Public Relations
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
Mind Id
Jun 17, 2026

Green technology
Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38%
Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38%
Mind Id
Jun 15, 2026

Event
Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Jadi Inspirasi Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026
Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Jadi Inspirasi Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026
Mind Id
Jun 14, 2026

Advertising / Promotion / Public Relations
Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Bagi Negara
Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Bagi Negara
Mind Id
Jun 13, 2026

Environment / SDGs / Recycling
Hadirkan Booth “MINERALive” di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi
Hadirkan Booth “MINERALive” di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi
Mind Id
Jun 12, 2026

Environment / SDGs / Recycling
Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan
Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan
Mind Id
Jun 11, 2026