About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ 5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya, Omzet Bisa Miliaran

5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya, Omzet Bisa Miliaran

PT HM Sampoerna Tbk
Share
Simak lima contoh bisnis dari para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Program Pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center” (SETC) yang disampaikan pada acara Program Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global.
preview

JAKARTA - Memulai usaha sering kali bukan soal keberanian, tetapi menemukan ide bisnis yang tepat untuk dijalankan. Banyak calon pengusaha ingin terjun ke dunia bisnis, namun masih mencari peluang yang realistis, memiliki pasar, dan dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

Di tengah beragamnya kebutuhan konsumen, peluang usaha bisa muncul dari berbagai sektor. Produk sederhana pun dapat memiliki nilai ekonomi lebih besar ketika dikembangkan melalui inovasi, strategi pemasaran, dan perluasan pasar.

Simak lima contoh bisnis dari para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Program Pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center” (SETC) yang disampaikan pada acara Program Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global. Bukan hanya soal produk, tetapi juga bagaimana bisnis dikembangkan hingga mampu membuka pasar baru dan berpotensi mencapai omzet miliaran.

 1.  Custom Seragam Korporasi

Temasira mengembangkan produk fashion custom yang tidak hanya mengandalkan logo, tetapi mengangkat cerita dan identitas perusahaan ke dalam desain. Owner Temasira, Ali Eunoia, mengatakan proses tersebut dimulai dengan memahami nilai, ideologi, dan kebutuhan klien sebelum diterjemahkan menjadi desain dan produk.

Dari media sosial dan iklan digital, Temasira mulai membuka peluang ke pasar korporasi. Menurut Ali, pada awalnya ia belum secara khusus memikirkan strategi mendekati pasar corporate. Namun, iklan yang ditayangkan justru mendatangkan pemilik bisnis yang membutuhkan produk dalam jumlah besar.

“Awalnya kami tidak kepikiran bagaimana approaching corporate. Ternyata dari iklan saja ada business owner yang datang,” ujar Ali.

Temasira kemudian mengembangkan pendekatan one-on-one untuk menggali kebutuhan calon klien. Kebutuhan tersebut tidak hanya berupa seragam kerja, tetapi juga apparel event dan merchandise. Dari pendekatan tersebut, Temasira bahkan menemukan calon klien dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk kebutuhan apparel dan merchandise.

Selain menawarkan custom motif dengan minimum order mulai 30 pieces, Temasira juga memberikan rekomendasi material dan desain sesuai kebutuhan klien serta menyediakan opsi express production.

2.  Memanfaatkan Pisang

Bananania melihat keterbatasan daya simpan pisang sebagai peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah. Owner Bananania, Sofyani Mirah, mengatakan pihaknya mengolah pisang menjadi keripik, selai, tepung pisang gluten-free, hingga cookies berbahan 100 persen pisang.

 Bisnis tersebut juga dibangun dengan melibatkan petani. Karena hasil kebun sendiri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku, Bananania bekerja sama dengan sejumlah petani dan menerapkan SOP serta quality control untuk menjaga kualitas. Bananania juga telah menerapkan standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Good Manufacturing Practices (GMP).

Dari sisi pasar, produk Bananania telah masuk ke lebih dari 600 outlet dan dipasarkan melalui kanal online maupun offline. Bananania juga telah melakukan ekspor ke Kanada, Malaysia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat, serta mempersiapkan ekspansi ke Korea Selatan.

Ke depan, Bananania membuka peluang melalui perluasan distribusi, ekspor, dan co-branding. Bananania juga mengembangkan konsep zero waste dengan memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku enzim yang kemudian digunakan sebagai pupuk. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi lebih besar dari komoditas lokal.

 3.  Budaya Makan Sambal

Quinn of Spicy melihat budaya makan masyarakat Indonesia yang sulit dipisahkan dari sambal sebagai peluang bisnis. Produk ini memadukan cabai dengan andaliman, rempah khas Sumatera Utara, yang memberikan sensasi pedas dan aroma khas.

“Kami menggabungkannya dengan rempah khas, namanya andaliman. Menghasilkan rasa pedas dan aroma yang khas,” ujar Owner Quinn of Spicy, Rudy Yanto.

Sejak berdiri pada 2020, Quinn of Spicy memperluas bisnis dari kanal digital ke modern trade. Produknya disebut telah terjual lebih dari 400 ribu unit di lokapasar dengan rating 4,5 dari lebih dari 30 ribu penilaian konsumen. Kapasitas produksi kini mencapai sekitar 20 ribu pieces per bulan dengan dukungan sekitar 25 pekerja lokal.

Selain memperluas distribusi ke jaringan modern trade di Sumatera, Quinn of Spicy juga memberdayakan tenaga kerja lokal, memberikan edukasi kepada UMKM, serta mengolah limbah produksi menjadi pupuk kompos.

Setelah membangun pasar domestik, Quinn of Spicy mulai membidik pasar internasional dengan mengikuti World Food Expo dan Food Hall di Singapura.

4.  Makanan Sehat

Granola Addict mengembangkan produk berbasis sereal seperti granola, muesli, premix, hingga biskuit. Bisnis yang dikembangkan Owner Granola Addict, Steven Kurniawan, tersebut awalnya bertumbuh melalui lokapasar sebelum memperluas penjualan ke pasar offline dan business-to-business (B2B), termasuk sektor perhotelan.

Pandemi COVID-19 sempat menekan penjualan online. Kondisi tersebut mendorong Granola Addict mencari kanal pasar baru dengan masuk ke hotel-hotel. Strategi ini kemudian membuka peluang baru, terutama di Bali yang kini menjadi salah satu pasar utama perusahaan.

Steven menyebut masih terdapat ribuan hotel di Indonesia yang belum digarap. Karena itu, sektor perhotelan dinilai masih memberikan ruang ekspansi, dengan dukungan relasi bisnis dan jaringan vendor yang telah dibangun.

“Untuk pengembangan ke depannya, kita mungkin akan masuk ke daerah-daerah dengan pasar yang potensial ataupun nanti ke luar negeri,” kata Steven.

5.  Camilan Sehat Kaya Rasa

Casa Grata hadir sejak 2018 dengan menawarkan camilan yang menggabungkan aspek kesehatan dan cita rasa. Owner Casa Grata, Jane Tanuwijaya, mengatakan produknya dirancang bagi konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa mengesampingkan gaya hidup sehat.

Diferensiasi Casa Grata terletak pada produk gluten-free, sugar-free, vegan, yang telah memenuhi ketentuan halal. Saat ini, Casa Grata memiliki 10 varian rasa dan terus mengembangkan produk melalui product extension, termasuk cake flavors dan dip.

Selain menyasar konsumen individu melalui B2C, Casa Grata mengembangkan pasar B2B melalui kanal online, offline event, retail, supermarket, corporate, hingga ekspor. Mereka juga melihat peluang di sektor maskapai penerbangan, hotel, dan resort serta menjajaki kerja sama dengan buyer internasional.

Perluasan pasar tersebut diikuti dengan peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi. Dengan diferensiasi produk sehat yang tetap mengedepankan rasa, pilihan varian, dan fleksibilitas distribusi, Casa Grata menargetkan produknya semakin mudah diakses konsumen di pasar Indonesia maupun internasional.

Sebagai informasi, SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.

SETC juga memiliki 30 Collaborator Hub di 17 provinsi yang mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan. Jejaring tersebut berperan sebagai local enabler dalam memperkuat kapabilitas pengusaha UMKM, membuka akses pasar, dan meningkatkan daya saing.

Melalui pelatihan, pendampingan, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, SETC berupaya membantu pelaku UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar.

Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.
Other Press Release
Event
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Campaign
Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau
Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

Event
Sampoerna Perkuat Kemandirian Ekonomi Rakyat Lewat Peningkatan Daya Saing Nasional dan Sinergi Lintas Sektor dalam Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025
Sampoerna Perkuat Kemandirian Ekonomi Rakyat Lewat Peningkatan Daya Saing Nasional  dan Sinergi Lintas Sektor dalam Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025

Event
Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Dampak Positif Produk Bebas Asap
Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Dampak Positif Produk Bebas Asap

Event
Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi: Kunci Sampoerna-PMI Hadirkan Produk Alternatif yang Lebih Baik
Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi: Kunci Sampoerna-PMI Hadirkan Produk Alternatif yang Lebih Baik

Campaign
Sampoerna dan PMI Wujudkan Komitmen Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi
Sampoerna dan PMI Wujudkan Komitmen Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi