/ Solusi Holistik Tumbuh Kembang Anak: Mengatasi Speech Delay, ADHD, dan Autisme Bersama Dr. (HC) M. Yunny Raharja
JAKARTA, — Menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan penanganan tepat pada anak speech delay (terlambat bicara), ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dan spektrum autisme, Dr (HC) M. Yunny Raharja, C.Ht., CGP. menghadirkan pendekatan intervensi holistik integratif.
Sebagai seorang Autism Specialist dan pakar tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK), Yunny menggabungkan terapi perilaku (behavior therapy), kinesiologi, psikoterapi, hingga manajemen nutrisi pencernaan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Fenomena speech delay dan tantangan sensorik pada anak sering kali menjadi tanda awal yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Banyak keluarga mencari solusi cara mengatasi speech delay pada anak, penanganan tantrum, hingga strategi terapi autisme yang tepat, terstruktur, serta aman bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
"Penanganan anak dengan spektrum autis, speech delay, maupun ADHD tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan tunggal saja.
Kita harus memadukan stimulasi fisik, intervensi perilaku, perbaikan metabolisme pencernaan melalui gut health, serta dukungan psikologis yang kuat bagi para orang tua," ujar Yunny Raharja, Pakar Autisme dan Pendiri Malika Group.
Sebagai praktisi terverifikasi GAPS Diet Practitioner dan Certified Behaviour Therapist, Yunny memahami hubungan erat antara kesehatan pencernaan (gut-brain axis) dengan fokus belajar, kemampuan komunikasi, serta stabilitas emosi anak autis dan ADHD. Melalui Malika Center, ia menyediakan pusat terapi anak berkebutuhan khusus yang fokus pada intervensi sensory integration, terapi kinesiologi, dan pelatihan kemandirian. Sementara melalui GAPS Diet Indonesia, Yunny memandu orang tua menerapkan pola makan GAPS DIET yang mempercepat proses pemulihan kesehatan pencernaan anak.
Tidak hanya berfokus pada anak, Yunny Raharja juga memanfaatkan keahliannya di bidang Meta-NLP, Hypnotherapy, dan psikoterapi untuk memberikan konsultasi serta pendampingan emosional bagi para orang tua. Langkah ini diambil agar orang tua memiliki pemahaman mendalam, ketahanan mental, serta pendampingan yang tepat dalam melanjutkan proses terapi anak di rumah.