/ Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
Harga emas atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Senin (28/9). Pergerakan emas dibayangi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menghadapi tekanan, meskipun ketegangan geopolitik AS-Iran masih memberikan dukungan dari sisi permintaan aset safe haven.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan perubahan struktur setelah berhasil menembus level support sebelumnya. Area support yang ditembus tersebut kini berpotensi berubah fungsi menjadi resistance baru pada kisaran 4.243–4.272.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat zona 4.243–4.272 menjadi area penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Selama harga emas belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas zona resistance tersebut, tekanan bearish masih menjadi skenario yang dominan.
Dengan kondisi tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di 4.180–4.133. Area tersebut menjadi level yang perlu dicermati apabila tekanan jual XAUUSD kembali meningkat. Sebaliknya, apabila emas mampu melakukan rebound dan menembus resistance 4.243–4.272 secara meyakinkan, struktur pergerakan jangka pendek dapat kembali berubah dan tekanan bearish berpotensi mereda.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas juga masih terlihat kuat. Harga emas kembali bergerak di bawah level US$4.300 setelah pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Data ekonomi AS yang relatif kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi atau bahkan kembali menaikkannya apabila tekanan inflasi belum mereda. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan telah memberikan dukungan terhadap dolar AS sekaligus membebani harga emas.
Kenaikan harga minyak menjadi faktor lain yang turut diperhatikan pasar. Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena biaya energi menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut dapat mendorong pasar memperkirakan kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama. Pada perdagangan Senin, harga minyak kembali menguat seiring ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam dua bulan.
Situasi tersebut menciptakan tekanan ganda bagi emas. Di satu sisi, kenaikan minyak dan ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun di sisi lain, apabila kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan Treasury yield serta ekspektasi suku bunga, biaya peluang memegang emas ikut meningkat. Kondisi ini membuat respons XAUUSD terhadap perkembangan geopolitik menjadi lebih kompleks.
Karena itu, Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, serta perkembangan konflik AS-Iran sebagai katalis utama harga emas hari ini. Dari perspektif teknikal, area 4.243–4.272 menjadi resistance penting. Selama harga belum berhasil menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang pelemahan menuju 4.180–4.133 masih terbuka.
Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini menurut analisis Dupoin Futures masih cenderung bearish. Pergerakan XAUUSD akan sangat bergantung pada kemampuan harga merespons resistance 4.243–4.272 serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Sementara itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas dan membatasi tekanan turun apabila permintaan safe haven kembali meningkat.